Saat ku menemukanmu
Dalam sunyi, ku hanya berharap bisa mendapatkan cinta yg bukan hanya memanfaatkan waktu yg tersisa saja.
Aku, Nana.
Disaat aku sudah mulai pulih dari rasa sakit, yg entah sudah kesekian kalinya aku rasakan dengan hal yg sama.
Di masa digital ini, aku menemukan satu aplikasi yg dirasa itu adalah duniaku dimana isi dari aplikasi itu adalah orang-orang yg mempunyai rasa yg sama.
Sabtu, 7 Desember 2019.
Aku melihat satu profil, foto yg begitu menarik, namun dengan sikap aku yg begitu pesimis tak banyak ingin dan harapku namun rasa keingintahuanku meningkat maka aku memberanikan diri untuk mengetik satu pesan dalam chatnya “hi”
tidak lama dia membalasnya “hi, juga kamu tinggal
dimana”
aku agak terheran karena ku pikir dia benar orang Philipine, tapi ternyata dia berbahasa Indonesia.
Dari beberapa chat tersebut tanpa basa basi langsung pindah ke whatsapp.
Siang aku chat by wa “hi, manda”
beberapa jam baru membalas, “hi, ini siapa ya”
aku terheran karena beberapa menit yg lalu dia membalas chatku di aplikasi.
ok mungkin banyak orang yg chat dia. aku tetap positif thinking karena akupun baru mengenalnya.
Aku sedang di perjalanan dari Tangerang menuju Bekasi hanya untuk mengilangkan suntuk karena aku baru saja menyelesaikan perkuliahan dan tidak ada aktifitas di hari weekend.
Setelah sesampainya di Bekasi, aku dan dua temanku si El dan Ayes pertama kalinya nongkrong bareng. Mereka teman baik di team futsal.
SMB, 19:00
Musik lawas, mengiringi canda dan tawa antara aku el dan ayes.
Pada saat itu, memang aku penasaran dengan si Manda ini.
lalu dia memintaku untuk VC untuk memastikan kalo dia tidak fake, akupun.
setelah VC, aku ajak dia bertemu di satu tempat.
“kamu mau gak ketemu aku” chatku pada dia, berkali kali hapus dan ragu mengajak karena aku baru kenal di hari itu.
“mau” balasnya.
dengan senang hati aku ingin bertemu dengan dia.
23:30 sesampainya di dekat tempat untuk bertemu aku chat dia “aku di indomaret.... ya lagi charge hp karena hpku lowbat banget, atau kamu bisa kesini naik gojek biar sesampainya disini aku yg bayar gojeknya, hpku rada error”
“iya udah aku kesana ya bentar”balasnya
“gausah make up kamu kan masih kecil, gausah pake alis juga kaya mau ketemu siapa aja hehe” candaku
“ih ko kamu tau aku make up pake alis” balasnya
“haha taulah awas hati hati ga seimbang alisnya” aku meledeknya.
beberapa menit kemudian, dia menghampiriku
“hi, Nana” sapanya
“hi, Manda ya. ayo naik kita ke mcd aja ya belom makan kan?”
“iya boleh” ucapnya sambil naik ke motorku.
MCD daerah jakut sekitar jam 00:00
“kamu mau pesen apa”tanyaku
“apa aja” jawabnya
akhirnya ku pesan nasi dan ayam, ice cream sandae.
ternyata sandae itu favoritnya.
hari sudah mulai pagi pukul 01:00, “kamu mau pulang” tanyaku (dalam kondisi hujan deras), “aku masih mau sama kamu, tapi anter aku pulang dulu ganti baju dan sepatu ya basah nih” ucapnya. dengan senang hati aku menjawab “iya siap aku antar pulang dulu emangnya gapapa kalo pulang pagi?” tanyaku lagi. “gapapa, nanti aku bilang mama” kata dia.
setelah pulang, aku antar dia ganti baju dan sepatu akhirnya kita keliling mencari tempat buat ngobrol lagi tapi karena gak ketemu akhirnya di MCD lagi tapi kali ini di samping MAG.
sesampainya disana, sambil ngopi kita banyak ngobrol hal apapun karena berdua ternyata nyambung dan ada aja yg diceritakan, dari situ sama sama merasa nyaman untuk berbagi cerita, setelah itu aku ajak dia untuk menonton bioskop karena dia suka sekali nonton.
Jam 05:30 kita pulang dari MCD, setelah itu kita buat janji siangnya jam 14:00 nonton film Frozen, gilakan malem sampe pagi gak tidur dan siang jalan lagi.
setelah nonton kita makan, lalu aku antar dia beli parfume.
ada kejadian lucu, panik karena keseringan dompet hilang dia panik dompet tertinggal di rumah.
dari dua hari kita berdua sama sama merasakan ada sesuatu yg berbeda, bahagia dan sedikit baper.
Senin, 9 Desember 2019
Baru saja merasakan kebahagiaan, masa laluku datang seenaknya merusak suasana yg baru saja dibangun.
ah entahlah rasanya aku tidak ingin membahasnya, karena tidak penting, tapi pada intinya ingin merusak kebahagiaan baru saja akan aku bangun.
Semenjak saat itu, hidupku tak tenang seperti ada yg selalu mencoba untuk merusak dan tidak ingin aku bahagia lepas.
Bandung, Desember 13-14 2019
hari dimana aku dan dia memulai cerita, makin banyak cerita dan tau ternyata dia udah punya pacar, sedih sih tapi meyakinkan aku terus dia sama pacarnya itu hanya “money” but tetep aja aku masih mikir gaenaklah deketin yg udah punya pacar, karena aku bukan tipikal orang yg merebut pacar orang lain. Tapi entah kenapa dengan dia meyakinkan seperti itu aku merasa punya tantangan, dan akhirnya aku merasa ingin memiliki dia.
karena aku ada rasa ingin memiliki dan merasa Tuhan menunjukkan jalan untuk menemukan wanita yang aku inginkan selama ini.
Comments
Post a Comment