sekadar menyenangkan

 Bahasamu, begitu manis yg ku cerna pada pikiran dan hati.

Pada awal memang aku terlalu cepat merasa kepedean haha setelah berjalan satu tahun nyatanya keadaan memaksaku untuk tidak lagi merasa dibanggakan, karena memang sebenarnya aku itu tidak ada harga dan tidak ada yg perlu dibanggakan.

Memang waktu dan kondisi mengajarkan aku lebih banyak hal agar tetap be positive one hehe

Dia pasti tidak memikirkan apa yg aku rasa, berbuat semaunya karena merasa punya segalanya. Tapi tanpa kamu tau, aku punya hati yg begitu kuat menerima semuanya.

Bibirmu mudah berkata “yaudah” tapi hatiku bukan bahan guyonan yg segampang itu untuk menyerah a.k.a “yaudah”.

Cinta dan kasih sayang aku bukan bahan bercandaan, meski kau tak seserius aku bahkan sama sekali tidak serius.

Aku lemah? haha bukan lemah, aku hanya sedang mencintai wanita seperti kamu dengan penuh ketulusan dari hati aku yg sedikitpun tidak mau menyakiti hati kamu.

Pun aku tidak memaksakanmu untuk menghargai ketulusan aku, karena sejatinya cinta itu bukan sebuah paksaan namun rasa yg tidak bisa ditebak.

Comments

Popular posts from this blog

Berlatih