Posts

sekadar menyenangkan

 Bahasamu, begitu manis yg ku cerna pada pikiran dan hati. Pada awal memang aku terlalu cepat merasa kepedean haha setelah berjalan satu tahun nyatanya keadaan memaksaku untuk tidak lagi merasa dibanggakan, karena memang sebenarnya aku itu tidak ada harga dan tidak ada yg perlu dibanggakan. Memang waktu dan kondisi mengajarkan aku lebih banyak hal agar tetap be positive one hehe Dia pasti tidak memikirkan apa yg aku rasa, berbuat semaunya karena merasa punya segalanya. Tapi tanpa kamu tau, aku punya hati yg begitu kuat menerima semuanya. Bibirmu mudah berkata “yaudah” tapi hatiku bukan bahan guyonan yg segampang itu untuk menyerah a.k.a “yaudah”. Cinta dan kasih sayang aku bukan bahan bercandaan, meski kau tak seserius aku bahkan sama sekali tidak serius. Aku lemah? haha bukan lemah, aku hanya sedang mencintai wanita seperti kamu dengan penuh ketulusan dari hati aku yg sedikitpun tidak mau menyakiti hati kamu. Pun aku tidak memaksakanmu untuk menghargai ketulusan aku, karena sejati...

berhenti lebih baik

 Berhenti mencari tau apapa saja tentang dia lebih dalam, adalah pilihan yang mungkin lebih baik. Sebab, semakin mencari tau hanya menghasilkan goresan luka saja di hati. Tugasku, mencintai dia dengan sebaik-baiknya dan setulus tulusnya tanpa memandang apapun. Karena akupun sudah mengetahui bahwa diapun tak serius, hanya menjalani yang ada saat ini dan entah sampai kapan. Komitmenku selalu ku pegang, takdirku hanya ku serahkan semua pada Tuhan. Jikalau terjadi suatu hal yang burukpun aku sudah siap, karena selama ini akupun belajar menerima sampai dititik sakit yang dirasakan. Takkan kucari lagi lebih dalam tentangnya, biar saja semua diperlihatkan oleh Tuhan yang maha kuasa. Aku tak ingin terkecoh dengan hal-hal kecil yang sedikit memanas dihati, aku hanya ingin terfokus pada perjuanganku dalam hal apapun. Bagaimana kau mencintaiku dan memperlakukan aku itu adalah urusanmu, biar kau yang memilih perlakuanmu sendiri dan aku selalu menerima apapun yang kamu lakukan. Karena aku hanya...

Jika

Jika datangku hanya membawa keburukan, aku biarkan kamu memilih jalan terbaik mesti aku harus direlakan. Jika aku sudah tidak berguna, biar aku menyesal. Jika kau sudah tak sanggup menahan benalu (aku) tinggalkanlah aku. Sejatinya aku tidak ingin menyiksa dirimu hanya berlambang cinta. Karena cinta tidak sebercanda itu. Aku sungguh tulus, tapi aku banyak kurangnya dan itu selalu merugikanmu biar aku menyadarkan diri dari segala hal ini. Aku tak ingin menyiksamu memaksamu untuk terus mencintai aku yg hina ini. Aku tau kasih sayangku tak seberapa dibanding orangtuamu, aku gak banyak harta. Jika ternyata kau lelah, aku paham. 😊

trust or not

 Percaya atau tidak,  Jika percaya, aku harus siap kecewa, jika tidak percaya tidak akan pernah meraihnya. Ya walopun kadang hati ini yakin dengan harapan-harapan yang diucapnya akan tetapi aku harus siap mental kecewa, karena kecewa gak sekali aku rasain ya mestinya aku lebih kuat sekarang. Meski kata-kata “kamu akan terus kecewa sebagaimanapun kamu serius sama wanita, karena sejatinya mereka hanya menginginkan kebahagiaan sesaat dari pasangan yang tidak normal sepertimu” terus terngiang di telingaku, aku terus mempercayai mimpi-mimpi untuk bisa menikahi wanita impianku dan bisa memiliki seutuhnya.

Jealous

Cemburu, wajarkah? Hatiku dipenuhi rasa cemburu, beberapa waktu kau tak bersamaku entah ini berlebihan atau tidak. Bagaimana tidak cemburu, coba pikirkan wanita yang kau cintai seutuhnya tanpil menarik di depan pria lain. katakan padaku pria mana yang tidak mengalami cemburu ketika wanitanya banyak yang mengajak untuk ke pelaminan oleh pria lain, sementara kita belum bisa memenuhinya. huft apa bisa semua ini berakhir? kamu hidup denganku tanpa ada orang lain lagi, terlepas dari pekerjaanmu jika ku sudah memenuhi semua apa yang kamu butuh, apa ini hanya harapan? ataukah memang kau serius? aku tak tau endingnya seperti apa, tapi ku selalu berusaha untuk bisa menjadi yang kamu mau. bisakah aku meraih semuanya? atau hanya sebatas semangat saja? namun tak bisa ku gapai.

Berlatih

Saat ku jalani bersamamu, hari hariku penuh dengan berlatih. Bagaimana tidak? aku terus melatih hati dari kecemburuan hingga patah hati. Memiliki wanita yang tingkat kerumitannya level hard, disini banyak sekali pembelajaran yang didapat. Kesabaran, ketabahan, cara menerima, menjaga tanpa mengekang, memeluk tanpa mencekik, mempercayai tanpa mencurigai, memperjuangkan tanpa memaksakan, masih banyak hal yang ku pelajari dari semua ini. Ternyata sabar itu hasilnya luar biasa, ternyata tabah itu menghasilkan ketulusan yang suci, ternyata menerima itu tidak mudah namun dengan memahami keadaannya semua menjadi baik-baik saja.

Menjalin hubungan di bulan pertama

aku membuat cerita ini di bulan ke tujuh menjalani hubungan dengan dia jadi aku sambil mengingat hal-hal penting yang harus ku ceritakan di blog ini. Hi, ini sudah akhir desember 2019 sebentar lagi pergantian tahun dan aku sudah punya pasangan. di bulan pertama, aku masih sangat banyak hal yang belum aku tau dari kehidupan dia. di bulan pertama sudah banyak sekali ujian-ujian menimpa disamping sama-sama belum mengetahui satu sama lain juga banyak hal yang mengganggu terkait dengan rasa trauma yang dulu pernah dialami. karena banyak trauma yang dialami dia, sampai-sampai terbawa dalam hubungan ini. ujian pertama “kita temenan aja ya, tetep kayak orang pacaran kita tetep tinggal bareng tapi kita temenan biar aku gak berlebihan, gak cemburuan, biar kita gak berantem terus” aku shock dan karena aku gakmau, ya aku minta waktu buat ngebuktiin kalo aku bisa buat dia percaya.  2 bulan, deal “kalo 2 bulan kamu gak bisa buktiin kita temenan ya gausah pacaran, kalo kamu berhasil kita lanjut p...